Suami Kastem Datangi Kantor Penyalur
Laporan wartawan KOMPAS Mukhamad Kurniawan
Senin, 22 November 2010 | 12:20 WIB

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN
Hari Heryanto (12) menunjukkan foto ibunya, Kastem binti Rustam (32), tenaga kerja Indonesia asal Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (21/11/2010). Kastem dilaporkan mengalami gangguan mental dan luka fisik akibat penganiayaan majikannya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Keluarganya berharap Kastem bisa segera pulang ke Indonesia.KARAWANG, KOMPAS.com- Kasdi alias Emos (38), Senin (22/11/2010) siang ini, berencana mendatangi perusahaan penyalur jasa tenaga kerja Indonesia yang memberangkatkan Kastem (32), istrinya, ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, November 2008. Kastem dilaporkan mengalami gangguan mental akibat disiksa majikannya.
"Saya berangkat bersama Pak Boby (Boby Anwar Maarif, Koordinator Camp Migrant Karawang) ke kantor PJTKI untuk meminta pertanggungjawaban. Keluarga berharap PJTKI membantu pemulangan Kastem, membantu mengurus hak-hak yang belum diterima, dan mengobati sakitnya," ujar Kasdi.
Kabar mengenai kondisi Kastem diceritakan oleh Sunari (30), TKI asal Karawang, yang bekerja di rumah anak majikan Kastem. Sunari berhasil kabur dan kembali ke Indonesia 19 November 2010. Dia mengaku mendapat titipan pesan dari Kastem untuk menceritakan kondisi Kastem di UEA.
Menurut Sunari, sebagaimana diungkapkan Boby, Kastem diduga mengalami gangguan jiwa. Dia beberapa kali terlihat bengong saat ditanya atau diajak "ngobrol" Sunari. Dia juga sering terlihat diam dengan tatapan kosong. Kastem juga mengalami luka fisik karena diduga disiksa majikannya.
"Ketika masih di sana, Sunari rutin ketemu Kastem 2-3 kali dalam sepekan. Majikan Sunari yang merupakan anak majikan Kastem sering mengunjungi orang tuanya dengan membawa serta pembantunya (Sunari)," kata Boby.
Keluarga Kastem di Kampung Perahubosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengaku tak tahu persis kondisi Kastem. Sejak berangkat dua tahun lalu, mereka putus kontak dengan Kastem, sehingga mereka tak tahu banyak tentang kondisinya.
"Saya berangkat bersama Pak Boby (Boby Anwar Maarif, Koordinator Camp Migrant Karawang) ke kantor PJTKI untuk meminta pertanggungjawaban. Keluarga berharap PJTKI membantu pemulangan Kastem, membantu mengurus hak-hak yang belum diterima, dan mengobati sakitnya," ujar Kasdi.
Kabar mengenai kondisi Kastem diceritakan oleh Sunari (30), TKI asal Karawang, yang bekerja di rumah anak majikan Kastem. Sunari berhasil kabur dan kembali ke Indonesia 19 November 2010. Dia mengaku mendapat titipan pesan dari Kastem untuk menceritakan kondisi Kastem di UEA.
Menurut Sunari, sebagaimana diungkapkan Boby, Kastem diduga mengalami gangguan jiwa. Dia beberapa kali terlihat bengong saat ditanya atau diajak "ngobrol" Sunari. Dia juga sering terlihat diam dengan tatapan kosong. Kastem juga mengalami luka fisik karena diduga disiksa majikannya.
"Ketika masih di sana, Sunari rutin ketemu Kastem 2-3 kali dalam sepekan. Majikan Sunari yang merupakan anak majikan Kastem sering mengunjungi orang tuanya dengan membawa serta pembantunya (Sunari)," kata Boby.
Keluarga Kastem di Kampung Perahubosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengaku tak tahu persis kondisi Kastem. Sejak berangkat dua tahun lalu, mereka putus kontak dengan Kastem, sehingga mereka tak tahu banyak tentang kondisinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar