Selasa, 30 November 2010

LILIS

Lagi, TKW Cilamaya Disiksa Majikan, Mau Kabur Tak Tahu Jalan


CILAMAYA WETAN, RAKA - Persoalan yang menimpa TKW asal Cilamaya seolah tak ada habisnya. Kini, nasib malang giliran menimpa Lilis Widasari (21), warga Dusun Kedungasem RT 04/09 Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan. Ia dikabarkan tersiram minyak sayur saat menggoreng ikan.

Hal ini dikatakan Endah, kakak kandung TKW tersebut. Dikatakannya, bahwa info tersebut bersumber dari NJ, teman lilis yang bekerja pada anak majikannya di Jeddah Arab Saudi. Dalam komunikasi pada tanggal 14 Nopember lalu melalui handphone, NJ menjelaskan bahwa dirinya sering bertemu dengan Lilis ketika ada pertemuan keluarga besar majikan.

Lilis sendiri susah melakukan hubungan komunikasi karena dilarang oleh majikan laki-lakinya yang bernama Musfir Ayad Musfir Al Utaiby. Lilis hanya bisa mengadu kepada NJ dan menyuruhnya untuk bisa menghubungi dan menginformasikan kepada keluarga Lilis.

Diteruskannya, bahwa kejadian terakhir Lilis sedang menggoreng ikan, Musfir menjaili dan mengganggu Lilis hingga ia tersiram minyak sayur yang mendidih. Akibatnya, lengan tangan dan sebagian mukanya mengalami luka. "Tapi majikan hanya mengobati dengan obat luka biasa tidak membawanya ke rumah sakit," paparnya.

Selain itu, lanjut Endah, Lilis mengalami ketakutan karena Musfir adalah seorang pecandu narkoba, hal itu diketahui ketika Musfir dan kawan-kawan sering ngumpul bareng dan mabuk-mabukan. Dalam keadaan mabuk tersebut Musfir sering menggedor pintu kamar Lilis untuk minta dibuatkan minuman, seperti kopi dan teh manis. Namun selain itu Musfir juga kerap menggoda Lilis, sehingga membuatnya ketakutan. "apalagi kalau siang hari, istrinya yang bekerja sebagai guru tidak ada di rumah, Musfir juga sering mengganggu," lanjutnya.

Lebih lanjut Endah mengatakan bahwa kontrak Lilis akan habis hingga satu bulan ke depan, namun gajinya susah diminta. "Sekarang saja enam bulan lagi tidak dibayar, kalau diminta, Musfir marah-marah dan paling ngasih satu bulan gaji," jelasnya.

Atas kasus yang menimpa Lilis, Endah pernah mengadukan ke pihak PT Farhan Alsyifa untuk meminta perlindungan. Pihak PT hanya memberikan solusi supaya Lilis segera kabur ke KJRI Jeddah. "Salah satu staff Farhan pernah nelpon dan hanya menyuruh kabur, padahal kan Lilis tidak tahu di mana alamat KJRI-nya," lanjutnya.

Peristiwa yang menimpa adik kandungnya membuat Endah dan keluarganya merasa hawatir atas kehormatan dan keselamatan Lilis yang hingga saat ini masih susah untuk dihubungi. Ia berharap pemerintah segera memberikan perlindungan pemulangan dan pemenuhan gaji Lilis. (aw)

Tidak ada komentar: