Selasa, 30 November 2010

WARI BINTI ROSID

Tangani TKW, Disnaker Tak Berdaya


CILAMAYA WETAN, RAKA - Wari bin Rosyid (30), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, pulang dengan tangan hampa. Gajinya selama 2 tahun ketika bekerja di Kuwait tidak dibayarkan majikannya.

Wari pulang hanya membawa uang sebesar Rp 9 juta. Itupun bukan diberikan oleh majikannya. Wari menuturkan, ia berangkat ke Kuwait pada tahun 2007 lalu dan pulang pada beberapa minggu yang lalu. "Saya berangkat tahun 2007 dan pulang 2010, baru setangah bulan saya pulang. Gaji saya tidak dibayarkan oleh majikan selama kerja di sana. Pulang-pulang saya hanya bawa uang Rp 9 juta. Seharusnya lebih banyak lagi, saya tidak tahu kenapa gaji saya belum dibayarkan. Uang yang dibawa pulang juga, bukan dari majikan, tapi dari kakak majikan saya," tuturnya saat dihubungi, Rabu (24/11).

Diteruskannya, selama bekerja, ia sering mengalami tindakan yang tidak menyenangkan. Terlambat sedikit, dia sering dibentak majikannya. Dia beraharap agar uang gaji bisa diberikannya secara penuh. "Upaya sedang kita lakukan, mudah-mudahan saja bisa cepet diambil. Kalau kerja juga sering dibentak-bentak, apalagi kalau lambat kerjanya. Tapi, saya tidak kapok bekerja di luar negeri. Saya akan berangkat lagi ke sana, tapi uang saya ingin dicairkan dulu, karena itu adalah hak saya selama bekerja," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang Banuara Nadeak mengakui lemahnya peran dinas yang dipimpinnya dalam menangani pekerja di luar negeri. Pihaknya, kata Banuara, tidak diberi kewenangan memberi rekomendasi atas keberangkatan TKI. “Kami justru tahunya setelah TKI itu pulang karena bermasalah,” ujar Banuara.

Sepanjang tahun 2010, pihak Disnakertrans Kabupaten Karawang mencatat tiga orang TKW meninggal dunia dan 17 orang tidak ada kabarnya. Selain itu, tercatat pula 3 orang pulang dalam keadaan cacat, 8 orang dianiaya, 2 orang depresi dan 3 orang mengalami pelecehan seksual. Sedang untuk yang sudah kembali atau meninggal dunia juga masih bermasalah terutama soal gaji dan asuransi. Sekitar 17 orang melaporkan gajinya yang tidak dibayar dan 2 orang yang asuransinya tidak bisa dicairkan. (asy)

Tidak ada komentar: